Archive for the ‘Kesehatan, Healthy’ Category

Selasa 25 September 2012. Ini kali pertama saya menginjakkan kaki di Poli Mata RSU Provinsi. Ditemani oleh 3 orang kawan sekaligus pengawal pribadi, Amin, Cahya dan Iksan 🙂
Masuk ke Poli Mata untuk bertanya bagaimana cara melakukan pemeriksaan, nanya suster-susternya yang masih muda (sengaja), ane diminta ngambil nomor antrian dulu di ruangan dekat Apotek Pelengkap RSU Provinsi.
Jaraknya sekitar 50 m dari Poli Mata. Kemudian ane kesana buat ngambil nomor. Setelah sebelumnya diminta ngisi biodata pada secarik kertas, akhirnya ane dikasih Buku Rekam Catatan Medik dan Kartu warna putih; judulnya Kartu Pasien.
Tadaaa.. Akhirnya ane kembali ke Poli Mata dengan menyerahkan buku sama Kartu Pasien. Diminta nunggu sebentar karena sebelumnya udah banyak pasien yang ngantri disitu.. Jadilah kami, 4 pemuda tampan menunggu dengan sabar di ruang terbuka yang sudah sediakan lengkap dengan kursi tunggu dari pihak rumah sakit. Sambil memandang-mandang kiri kanan, atas bawah mungkin saja ada yang bisa dipandang hehehe.. 😉
Sambil menunggu, ane coba masuk ke ruang Poli Saraf yang kebetulan bersampingan dengan ruang Poli Mata dan kebetulannya lagi, tante ane adalah pemeriksa di Poli Saraf. Pertama nengokin kepala ke ruang Poli Saraf (dengan sengaja tentunya).
Yess, ane dilihat dan tanpa dikomando (Polisi kaleee..) tante ane langsung keluar begitu melihat wajah cakep sang ponakan..
Setelah menjelaskan sedikit maksud, tujuan dan manfaat kedatangan ane kesitu, sekali lagi tanpa komando tante ane langsung masuk ke ruang Poli Mata, entah untuk ngomongin apa. Beberapa menit kemudian dari luar ruangan ane dengar suara tante ane bilang gini.. “Itu ponakan saya ya, dia mau periksa mata, katanya pandangannya agak kabur..” Ujung-ujungnya ane tau nih, pasti biar antrian ane dipercepat (itu nepotisme bukan ya? hehehe..)
Kemudian ane kembali nunggu bareng teman-teman.. Setelah 15 menit nama ane blon juga dipanggil, ane inisiatif nanya susternya (sepertinya sih masih anak magang dari sekolah perawat gitu) “Mbak, pasien atas nama Ramadhan masih lama ya??” Susternya jawab “Iya mas kan mesti ngantri..” Ane bilang lagi “Oke deh mbak, kalo gitu saya ke BPD dulu yak” Suster : “Iya mas silahkan..”
Sebelumnya emang ane dapet tugas dari kantor buat ngatarin surat ke BPD (Bank Pembangunan Daerah), tapi bukan kurir lho hehe..
Sejurus kemudian ane dan Cahya starter motor trus langsung kebut ke BPD yang jaraknya kira2 1,5 km dari RSU. Sampai di BPD, ane ma cahya langsung naik ke lantai 2 buat ke Bagian Treasury. Ane cari staff yang bisa dititipin surat, baru ngomong sebentar sama cewek yang mo dititipin surat, eh udah ada telfon dari Amin katanya nama ane udah dipanggil ama si suster.. So, setelah minta tanda terima surat, kita berdua langsung kebut lagi kembali ke RS. Begitu sampai ane langsung masuk
dalam ruangan untuk konfirmasi, ternyata benar nama ane udah dipanggil-panggil sedari tadi, mereka juga udah keliling nyari-nyari gue (dari roman muka mereka, ane tahu sepertinya mereka takut sama tante gue hihihi.. tante gue emang sedikit galak dan tegas). Jadilah ane masuk ke ruangan, diminta duduk dulu karena di dalam ngantri juga ternyata..
Ada nenek-nenek yang lagi tes mata, jujur ini pertama kali gue lihat orang lagi tes mata dan juga pertama kali mata gue akan dites pake kacamata yang lensanya bisa diganti-ganti..
Jreeeengg.. tiba giliran ane untuk dites, dikasih pake kaca mata yang lensanya bisa diganti-ganti.. Sekitar 10 menit tesnya kelar dan gue diminta nunggu untuk ketemu ama dokternya. Giliran gue masuk ketemu dokternya, oh ya nama dokternya dr. Stella Maris.
Masih kelihatan kecantikannya meski umurnya sudah sekitar 40an lebih menurut gue.
Dokternya bilang gini, “jarak pandang mata kanan kamu sisa 6 meter doang, sedikit lagi kamu buta!” waduh dok..
Dokter :”Sudah berapa lama seperti ini??”
Ane :” Saya udah rasa kabur sejak SMA dok..”
Dokter :”Sejak SMA dan ini baru pertama kali periksa???”
Ane :”Iya dok..”
Dokter “Jangan main-main sama mata ya, mata itu jendela dunia lho.. ini harusnya segera diperiksakan begitu kamu rasa ada yang salah dengan penglihatanmu”
Jadilah ane diam seperti kucing disiram air.. Ya emang ane yang salah sih..
Ternyata gue divonis atropi, gue gak tau sama sekali atropi itu apa.. dan yang bodohnya lagi gue lupa nanya dokter atropi itu apa..
Alhasil gue mesti ngandalin om Google lagi 😀
Nah karena ane belum nanya dokternya langsung atropi seperti apa yang saya alami, maka tulisan saya berhenti disini dulu. Tanggal 9 Oktober nanti ane diminta buat kontrol lagi setelah pengobatan. Untuk saat ini ane dikasih 2 jenis obat, yang pertama Augentonic,
cara pakainya ditetesi di mata sebanyak 1 tetes pada masing-masing mata repetisi sebanyak 3 kali dalam 1 hari. Obat ini bila sudah terbuka maka hanya akan bertahan selama 1×24 jam. Kalau sudah lebih dari 24 jam maka harus buka botol obat yang baru. Yang kedua obat racikan ane gak tau namanya apa, nanti kalo ketemu dokternya ane tanya dulu ya..
Oh ya dari hasil googling ane tahu bahwa Atropi secara umum adalah pengecilan otot dikarenakan otot tersebut tidak dipakai dalam waktu yang lama. Misal kalo ada orang sakit trus tidak bisa jalan atau berbaring terus-menerus maka otot-otot kaki atau betisnya akan mengalami atropi atau pengecilan.
Nah kalau pada mata biasanya dinamakan Atropi/Atrofi Saraf Optikus adalah kondisi medis yang ditandai denga berkurangnya lapang pandang dan ketidakmampuan melihat secara jelas, penyebabnya bervariasi tapi umumnya disebabkan ketidakcukupan suplai darah. Untuk lebih jelasnya
nanti ane tanya dokternya langsung yah.. Cukup sekian untuk saat ini, selain berdoa sama Sang Pemberi Kehidupan, ane mohon doanya juga yah semoga penyakit ini bisa dan lekas sembuh..

“Hasbunallahi wa ni’ma wakiil.. Ni’mal maula wa ni’mal nasiir”

“La haula walaa quwwata illabillahil aziim”

🙂 Wassalam

Jujur, tulisan ini saya Copy Paste dari blog milik Kei (Link Blog terdapat di bagian bawah tulisan ini). Asal muasal saya tertarik dengan By Pass jantung karena mendengar percakapanPaman-paman saya yang bekerja di Rumah Sakit 🙂 Jadi sedikit Corious dengan By Pass jantung, kemudian Googling dan berikut uraian mengenai apa itu by pass jantung dan pemasangan ring pada pembuluh darah :

Saya membuat post ini dari hasil mengkopi penjelasan dari Dr. Fuad Jindan, beliau sebagai Konsultan Ahli Bedah Jantung, Heart Centre NRW, Bad Oeynhausen, Germany yang menjelaskan :

Penyakit Jantung koroner pada umumnya baru di indikasikan utk Operasi ByPass apabila ada penyumbatan lebih dari 50 % di lebih dari 2 atau 3 pembuluh darah di Jantung.
Operasi Jantung lebih di tentukan keberhasilannya dan prognosenya apabila fungsi jantungnya masih di atas normal atau sedikit di bawah normal yang dapat diketahui lewat pemeriksaan Echokardiographie atau kateterisasi Jantung sekitar lebih 55 %. Apabila di bawah 35 %, sangat besar resikonya untuk operasi Jantung.

Operasi Jantung / Bypass bila di lakukan dengan mengambil material utk pembuluh darah pengganti dari arteri yang terdapat di tangan ( a. Radialis ) dan di bwh dinding dada ( a. Thoracica ) dapat bertahan selama 20 – 25 tahun bebas serangan Jantung Koroner. Apabila pembuluh darah pengganti di ambil dari kaki, dapat bertahan sekitar 10 – 15 tahun bebas serangan jantung koroner pasca Operasi ByPass.

Tetapi semuanya tergantung dengan pencegahan terhadap hal-hal yang menyebabkan penyumbatan terjadi seperti penyakit DM (Diabetes Melitus) -nya hrs di terapi, obat-obat pengencer darah rutin di minum PASCA OPERASI, dan kolesterol dijaga jangan sampai di atas normal.

Sedangkan Stent atau Ring ( di balon dulu setelah itu di pasang ring ) atau Balon ( hanya di kembangkan tanpa memasang ring ), hanya mempunyai waktu 5-7 thn bebas penyumbatan pasca dilakukan operasinya, setelah itu secara natur (alami) akan terbentuk lagi penyumbatan dan akan ada (kemungkinan) serangan jantung koroner lagi utk Stent, untuk Balon hanya 2- 3 tahun bebas serangan, setelah itu akan terbentuk lagi sumbatannya.

Biaya untuk Balon termasuk murah, sedangkan Stent tergantung dari kualitas Stent-nya, Stent yang bagus dapat bertahan sampai 7 tahun bebas serangan, harga satu Stent sekitar 45 – 75 juta rupiah blm termasuk biaya kateternya, dokternya dan perawatan 1-2 hari di RSnya. Jadi bisa membutuhkan biaya sekitar 150 – 250 juta bila 2 atau 3 atau lebih penyumbatan yg ada dan membutuhkan Stent lebih dari 3 buah.

Pemasangan Stent juga ada resikonya, bila pada saat di lakukan kateter dan pelebaran pembuluh darah jantung dengan balon untuk dapat meletakkan Stent / ringnya itu pecah karena penyumbatan yang keras, harus secepatnya (emergency) dilakukan operasi Jantung ByPass untuk dapat menyelamatkan jiwa pasien.

Operasi ByPass sekali dilakukan dapat melakukan 2, atau 3, atau 5 bypass sekaligus dalam waktu 3-4 jam total waktu operasi. Biayanya sekitar 150- 200 juta rupiah paket operasi dan perawatan selama 7 – 10 hr. Operasi dapat dilakukan di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta atau di Siloam Hospitals ( kolega saya dari Bedah Jantung Royman Simanjuntak ), tidak harus ke Malaysia atau Singapura.

Pasca Operasi Jantung dibutuhkan waktu sekitar 1- 2 bulan pemulihan terhadap pola makan, pendidikan pencegahan terhadap kegemukan dan kolesterol, olahraga dan aktivitas-aktivitas yang boleh dilakukan selama fase tersebut. Setelah itu pasien dapat melakukan semua aktivitas sehari tanpa ada batasan yang dilarang, hanya saja masih di dalam batas-batas normal.

Segala bentuk penyakit penyerta seperti Drh Tinggi, DM, Kolesterol, tidak menjadi faktor yang membahayakan untuk operasi jantung selama fungsi jantung masih bagus, termasuk juga usia. Tetapi usia di atas 70 tahun apabila organ-organ yang lain masih baik seperti ginjal, hati dan pencernaan serta tidak ada riwayat stroke maka TIDAK ADA RESIKO UNTUK DILAKUKAN OPERASI JANTUNG.

Jantung adalah motor penggerak yang ada di dalam tubuh manusia seperti pada mobil dan motor roda dua. Jadi peliharalah, berikan perawatan yang baik terhadap motor tersebut, agar dapat berfungsi dengan baik dan optimal jangan menunggu motor tersebut rusak dan tidak berfungsi.

Semoga penjelasan ini dapat memberikan manfaat yang baik utk para pembaca dan peminat blog ini.

Dr. Fuad Jindan
Consultan Ahli Bedah Jantung
Heart Centre NRW, Bad Oeynhausen
Germany.
_______________________________________________

Ditambah ada pernyataan dr. Anis  yang mengatakan :

Komentar Dr. H. Soesilo Wibowo, Sp.Jantung dan Pembuluh darah, pada halaman 108 dan 109 di buku berjudul “Pengalamanku berhasil dengan pengobatan alternatif” dari Penerbit Majalah Nirmala, Jakarta, tahun 2001 :
“Kelebihan (terapi) KHELASI dibandingkan dengan operasi, balon, dsb, (adalah) lebih murah karena tanpa operasi. Bahayanya hampir tidak ada bila ditangani dengan betul, baik dari dosis, waktu, maupun cara pemberiannya dan tidak boleh diberikan cepat-cepat.” Untuk lebih jelas, Silahkan kontak di klinik SMC 021-8504931.
_______________________________________________

Rumah sakit alternatif yang bisa dijadikan pilihan selain yang sudah disebutkan di atas bisa juga ke :

  • RS Adventish Penang, Malaysia dengan Dr. Teh Aink Seng,
  • RS Mahkota Medical Centre, Malaka (Malaysia) oleh Dr. Lim Boon Aik,
  • Rumah Sakit HSC  Kuala Lumpur, Malaysia,
  • Singapore General Hospital oleh Dr. Liem Swie Liem.

_______________________________________________

Sebagai catatan : biaya operasi jantung dengan ASKES di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita GRATIS…. umumnya ada tambahan obat Non Askes sekitar 1,5 jt – 5 juta-an.
Untuk biaya normal pasang ring sekitar 25jt/ring, sementara untuk by pass 55-75 juta rupiah.

Terima kasih sebelumnya kepada Bapak Progoharbowo yang sudah memposting tulisan sebelumnya sehingga saya tidak sengaja menemukan dan membacanya.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Salam,

kei

(Ditulis pada 11 Juni 2011 . Isi tulisan sama sekali tidak ada perubahan)

Berikut linknya : http://keishinta.wordpress.com/2011/06/11/jantung-koroner-katerisasi-ring-stent-dan-bypass/